Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Nyaman atau sayang mana yang kau pilih?

Gambar
 Nyaman atau sayang mana yang kau pilih? Coba deh liat gambar kedua pasangan di bawah ini. Keliatan sama aja kan? Sama-sama gandengan, sama-sama uwu, sama-sama kepengen jadian. Nyaman dan sayang juga gitu. Bedanya tipis. Tapi kalau salah pilih hati bisa teriris pedih. Contohnya : 2 bulan lalu, aku baru jadian sama si Joni. Hubungan kami sih baik-baik saja, tapi aku mulai tergoda karena kehadiran Asep. Sebagai kakak kelas, Asep bisa selalu membuat aku nyaman. Ngobrolin tentang topik K-Pop sampai ayam pop. Seru banget pokoknya! Karena asik sama kak Asep, aku jadi jarang ngerespon chat atau telepon dari Joni. Hiks. Tapi aku masih sayang Joni. Aku harus pilih yang mana ya? Yang bikin nyaman atau yang bikin sayang? Menurut kalian pilih mana???? Nyaman itu sifatnya sementara. Sama seperti gelembung sabun yang akan pecah jika ditusuk, begitu juga nyaman yang dapat hilang saat seseorang menunjukkan sisi buruknya. Jadi, dia yang bikin kamu nyaman saat ini, belum tentu bisa bikin ...

Puisi redup

Gambar
 PUISI REDUP Untuk hati yang pernah patah Bisakah engkau kembali merekah Menemukanmu adalah sebuah anugerah Hingga aku perlu berbenah Membangkitkan hati yang telah rata dengan tanah Untuk sekedar kembali melangkah Meski terlalu dini untuk mencari makna rumah Aku hanya ingin kembali merasa hidup Atas luka masa lalu yang membuat kisah Semoga hal-hal baik selalu menyertai Dalam setiap hembusan nafas yang tersengal Dan semoga perasaanmu segera menemukan tempat untuk sekedar melepas tawa. Jikalau kamu kembali bertanya  Aku lelah akan semua tentang cerita kita yang tak pernah usai Tentang hatiku yang kau patahkan  Dan tentang redupnya cahaya

Daun Yang Pernah Gugur

Daun Yang Pernah Gugur Aku pernah menggila pada satu nama hingga akhirnya amnesia sebab luka. Dua ribu hari yang lalu harapku patah layaknya daun layu yang gugur sebab ranting tak lagi ingin merangkul. Tak ada sesal yang tinggal sebab ikhlasku membasahi retina lalu tercipta hujan yang mengalir hingga hilir hatiku. Aku hanya menabung doa untuknya pria yang pernah berniat menetap namun nyatanya sekadar memberi harap. Tidak mengapa, mungkin suatu waktu ketika ia lelah berkelana dan tak menemukan selembar doa dalam kantong pengharapan, mungkin saat itu ia akan sadar, bahwa di sudut hatinya telah kubangun menara doa yang selama ini diam-diam kusisipkan sebagai bukti cinta yang tak pudar oleh zaman.