Daun Yang Pernah Gugur
Daun Yang Pernah Gugur
Aku pernah menggila pada satu nama
hingga akhirnya amnesia sebab luka.
Dua ribu hari yang lalu
harapku patah layaknya daun layu
yang gugur sebab ranting tak
lagi ingin merangkul.
Tak ada sesal yang tinggal
sebab ikhlasku membasahi retina
lalu tercipta hujan
yang mengalir hingga hilir hatiku.
Aku hanya menabung doa untuknya
pria yang pernah berniat menetap
namun nyatanya sekadar memberi harap.
Tidak mengapa, mungkin suatu waktu
ketika ia lelah berkelana dan tak menemukan
selembar doa dalam kantong pengharapan,
mungkin saat itu ia akan sadar,
bahwa di sudut hatinya
telah kubangun menara doa
yang selama ini diam-diam kusisipkan
sebagai bukti cinta
yang tak pudar oleh zaman.
Komentar
Posting Komentar