Postingan

Menampilkan postingan dengan label Wanita

Wanita Hebat Wanita Berpendidikan

Gambar
hallo, sobat blogger.       Tahukah Anda, peran wanita zaman dulu diyakini hanya sebatas koridor dapur, melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyapu, bersih-bersih dan kasur (melayani suami). Keterbatasan peran wanita itu menggambarkan ketidakadilan bagi  wanita. Seharusnya peranan wanita tidak hanya sebatas itu saja, wanita bisa melakukan lebih dari itu. Namun, itu semua sudah tradisi adat istiadat yang dijalankan turun temurun oleh masyarakat Indonesia. Tradisi itulah yang membuat wanita zaman dulu tidak bersekolah tinggi-tinggi. Orang zaman dulu berpendapat bahwa "Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau nantinya hanya di dapur saja." Itulah yang diyakini masyarakat indonesia pada zaman dulu yang membuat wanita tidak melanjutkan sekolah ke jenjang tinggi dan tidak bisa mandiri secara keseluruhan.      Asumsi bahwa sekolah tinggi-tinggi itu tidak penting membuat wanita zaman dulu tidak produktif, ditindas, dan mengalami kebodohan. H...

Nyatanya, Tidak Selamanya Bersama Kita

Gambar
Dalam perjalanan hidup, tidak semua akan menetap dan tetap tinggal. Nyatanya, ada yang datang lalu pergi, ada yang mampir hanya untuk singgah sementar, dan ada lama hadir namun perginya hanya sebentar. Dunia itu semu dan hanya sementara saja. Tak selamanya orang yang kita harapkan menetap dan tinggal bersama kita. Seleksi alam dalam sebuah perjalanan hidup itu perlu untuk mengetahui mana yang peduli dan mana yang tidak. Tahu kah kalian... Ada orang yang hadir  sebagai penghalang. Ada orang yang ngga kita sangka ternyata nyambung banget dengan kita namun ada juga hubungan yang kita harapkan bakalan langgeng namun ternyata kandas tanpa penjelasan.  Sesuatu yang hadir tak selamanya milik kita ada kalanya dia akan pergi dengan sendirinya Nyatanya... Tidak selamanya bersama kita termasuk orang yang dulu buat kita bahagia, ketawa, damai namun nyatanya dia yang buat kita semakin terluka. Ada yang tinggal untuk waktu yang lama, ada juga yang hanya mampir untuk menorehkan luka. Sungguh...