Wanita Hebat Wanita Berpendidikan
hallo, sobat blogger.
Tahukah Anda, peran wanita zaman dulu diyakini hanya sebatas koridor dapur, melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyapu, bersih-bersih dan kasur (melayani suami). Keterbatasan peran wanita itu menggambarkan ketidakadilan bagi wanita. Seharusnya peranan wanita tidak hanya sebatas itu saja, wanita bisa melakukan lebih dari itu. Namun, itu semua sudah tradisi adat istiadat yang dijalankan turun temurun oleh masyarakat Indonesia. Tradisi itulah yang membuat wanita zaman dulu tidak bersekolah tinggi-tinggi. Orang zaman dulu berpendapat bahwa "Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau nantinya hanya di dapur saja." Itulah yang diyakini masyarakat indonesia pada zaman dulu yang membuat wanita tidak melanjutkan sekolah ke jenjang tinggi dan tidak bisa mandiri secara keseluruhan.
Asumsi bahwa sekolah tinggi-tinggi itu tidak penting membuat wanita zaman dulu tidak produktif, ditindas, dan mengalami kebodohan. Hal tersebut membuat salah satu wanita muda bernama Kartini memperjuangkan persamaan hak (ketidakadilan gender) wanita. Melalui perjuangannya, pada akhirnya ketidakadilan hak wanita terhapus. Peran wanita tidak sebatas koridor dapur saja, wanita bisa melakukan aktivitas yang berguna seperti menjahit, menanam sayuran dan lain-lain. Kini wanita dapat bersekolah tinggi, menata karirnya, dan bisa bekerja selayaknya laki-laki.
Yang dimaksud berpendidikan disini tidak hanya sekolah tinggi tinggi melainkan melatih sopan santun dan adab budaya yang mengakar dimasyarakat.

Komentar
Posting Komentar