Langkah Menulis Cerita Mini

Kalian pernah dengar jenis tulisan Cerita Mini?

Yak! Yaitu cerita yang terdiri dari  250 hingga 1.000 kata, jelas berbeda dengan cerita pendek yang umumnya di atas 1.000 sampai 10.000 kata.

Banyak yang beranggapan bahwa justru dalam keterbatasan kata dalam cerita mini, penulis merasa tertantang untuk menyelesaikan sebuah cerita tanpa ada bagian-bagian yang tertinggal dan tidak terjelaskan. Kebayang dong, gimana sulitnya kita bercerita dengan keterbatasan kata. Rasanya nano-nano. 

Ada beragam langkah yang dapat ditempuh oleh seorang penulis cermin. Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana untuk menulis cermin:

1. Memilih tema

Ada beberapa tema yang dapat kita pilih sebagai tema cermin yaitu; pengalaman, keindahan, alam, hobi, atau kegemaran, tentang seseorang, tema-tema sosial, peristiwa yang sedang berlangsung, benda-benda di sekitar kita, dan lain sebagain

2. Mencari inspirasi

Inspirasi dapat dianggap sebagai bahan penulisan cermin, inspirasi dapat datang begitu saja, namun kadang harus ita cara, sebenarnya, pengetahuan dan pengalaman kita juga dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menggali inspirasi misalnya, dengan menentukan waktu dan tempat yang tepat dan mendukung, mengamati hal-hal maupun peristiwa yang terjadi atau dengan membaca.

3. Berimajinasi

Setelah menempuh dua langkah di atas, tentunya sudah mempunyai gambaran tentang cermin yang akan ditulis, agar gambaran semakin jelas, kita dapat berimajinasi secara bebas, bahkan mungkin mengimajinasikan hal-hal yang tidak termasuk akal. Tahapan imajinasi merupakan tahap yang cukup menentukan hasil akhir sebuah cermin.

4. Menentukan Tokoh

Setiap hari kita bergaul atau bertemu dengan orang-orang yang berbeda-beda waktunya. Keunikan watak setiap orang dapat kita manfaatkan sebagai sumber  penciptaan tokoh dalam cermin, caranya dengan mengamati secara seksama watak seseorang yang menarik perhatian kita.

5. Menentukan Latar

Latar cermin ada tiga, yaitu latar waktu, tempat dan suasana. Ketiga latar tersebut  harus ada dalam cermin, agar cerpen itu mudah dipahami, penentuan latar bebas sesuai dengan kemauan.

6. Menentukan Alur

Alur merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menulis cermin. Sebagai bantuan agar mudah menentukan alur adalah dengan membuat kerangka karangan. Usahakan untuk membuat banyak kejutan dalam alur cermin agar pembaca tidak bosan.

7. Menentukan Suasana

Suasana cermin  dapat dimasukkan dalam kategori latar. Suasana cermin dapat menjadi ciri khas seorang pengarang. Pada dasarnya, setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda. Ada yang lembut, pemberani, pemalu, humoris, romantis, atau mungkin misterius. Kepribadian tersebut mungkin akan sangat berpengaruh saat kita menulis cermin, pengaruh itu terutama dalam pemilihan suasana cermin.

8. Menulis Apa Adanya

Pada awalnya kita dapat menulis apa adanya, jangan takut, tuliskan saja semua yang ada dibenak sesuai dengan imajinasi kita, usahakan untuk menulis hingga menjadi satu cermin yang utuh atau paling tidak sampai semua isi benak kita tercurahkan.

9. Pemilihan Kata atau Diksi

Bahasa atau kata-kata di dalam cermin termasuk bahasa yang bebas artinya tidak terikat dengan aturan penulisan yang baik dan benar (EYD). Misalnya, dapat menyingkat kata untuk menjadi tuk, kita dapat mengembangkan kreativitas semaksimal mungkin dalam pemilihan kata. Hal yang penting dalam pemilihan kata adalah gaya bahasa yang dipilih saat menulis cermin.

10. Menggali Kreativitas

Kreativitas menyangkut banyak hal. Misalnya kita dapat menulis cermin berbentuk surat atau buku harian atau kita dapat meningkatkan kreatifitas  dengan mengidentifikasi hal-hal kreatif dalam cermin. Kemudian dapat mengembangkan sesuai dengan gaya kita sendiri agar lebih kreatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAHAN AJAR MATERI HAK DAN KEWAJIBAN KELAS VI

Merasa kesepian dan terisolasi?