Unsur instrinsik dan ekstrinsik Cerpen Malam Pengantin
Unsur ekatrinsik cerpen malam pengantin yaitu sebagai berikut :
-Latar belakang masyarakat
"Tanpa janur melengkung yang terpasang di depan gang atau rentetan suara petasan untuk penyambutan. Hari itu, pernikahan yang sederhana digelar di rumah Sulastri. Ia memakai kebaya putih dengan sanggul di kepala. Sedangkan Yusuf berkopiah hitam, memakai sarung, dan atasan jas yang terlihat kelonggaran. Kue-kue ala kadarnya terhidang untuk menyambut tamu. Para undangan duduk berkelompok-kelompok mengerumuni meja sambil menikmati hidangan. Sambil bercengkrama mereka membicarakan topik yang sedang hangat-hangatnya: tentara NICA siap menggempur Surabaya. "
Dalam kutipan cerpen diatas dapat di lihat bahwa latar belakang masyarakat berasal dari surabaya yang mana menggunakan adat pengantin jawa seperti sanggul dan kebaya putri bagi penganti wanitanya dan kopiah hitam , sarung, jas kelonggaran pada pengantin laki-lakinya. Pernikahan yang sederhana yang dilaksanakan pada zaman penjajahan.
-Latar belakang pengarang
Lilis Fauz merupakan anggota komunitas ODOP. Sangat mencintai dunia kepenulisan sehingga bisa menulis cerpen yang sangat keren ini yang judulnya malam pengantin. Punya semangat tinggi karena telah berjuang di ODOP.
-Nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen :
● Nilai agama : Karena disana adanya ikatan suci pernikahan.
●Nilai nasionalisme: Membela negara sampai darah penghabisan, mementingkan negara dibanding dengan kepentingan sendiri.
● Nilai budaya : Pernikahan yang diselenggarakan dengan adat daerah.
Unsur Instrinsik
-Tema : Kesetiaan pada negara dibandingkan pribadi
-Tokoh dan Penokohan
●Sulastri : Cemas, sabar, lemah lembut, taat suami
●Yusuf : Semangat juang tinggi, berani, rela berkorban, mencintai negara.
●Tokoh pembantu : Warga desa yang punya semangat juang tinggi.
- Alur : Alur maju karena cerita runtut dari awal sampai akhir tanpa harus kembali ke masa lalu.
-Sudut pandang : orang ketiga karena tokohnya adalah sulastri dan yusuf
-Seting :
●waktu : Masa penjajahan
●Tempat : kota surabaya
●Suasana : Senang, mencekam, sedih
-Amanat : berjuanglah sampai titik darah penghabisan
Komentar
Posting Komentar