Salah dalam menilai orang lain? Pengaruh Halo Effect
Salah dalam menilai orang lain? Pengaruh Halo Effect
Apa itu efek halo? Halo efek merupakan sebuah bentuk kognitif bias, dimana kesan pertama (first impression) kita terhadap orang lain dapat mempengaruhi cara kita memandang, dan menilai orang tersebut secara menyeluruh.
Biasanya, penampilan fisik dan daya tarik faktor yang dapat menimbulkan efek halo ini. Selain itu, pengaruh halo
mempengaruhi persepsi kita terhadap satu kualitas mengarah pada bias dari kualitas lainnya.
Mengapa kita bisa mengalami efek halo?
1. Ketika membentuk kesan terhadap orang lain, kita tidak mengandalkan informasi objektif, tetapi juga secara membangun gambaran yang sesuai dengan apa yang kita yakini Saat membentuk kesan awal terhadap seseorang.
2. kita sering mencoba untuk membuktikan bahwa kesan tersebut benar-benar terdapat situasi dimana halo efek yang timbul.
3. didasari pada pengalaman dan keyakinan di masa lalu.
Contoh Halo Effect
Ketika mempersepsikan sebagai orang yang menarik, sukses, dan rupawan, biasanya seseorang juga cenderung melihat orang tersebut sebagai orang yang baik hati, cerdas, atau bahkan humoris.
2.Menjadi suka melabel orang lain tanpa mengetahui kebenarannya.
3. Bisa menciptakan keputusan dan pengambilan keputusan yang salah
Mempengaruhi cara pandang dan memperlakukan siswa, juga sebaliknya >Kerja
Mempengaruhi cara pandang dan mengukur atasan terhadap bawahan >Pemasaran
Banyak perusahaan yang menggunakan figur publik sebagai brand ambassador produk karena daya tariknya
-Mencoba membalikkan asumsi negatif terhadap orang lain ke diri sendiri
-Melihat segala sesuatu dari sisi yang positif, bukan negatif saja
Sebenarnya, bias kognitif merupakan hal yang wajar. Manusia memang cenderung mempertahankan keyakinan sosial & moralnya, sehingga efek halo tidak bisa terhindari. Oleh karena itu, hal yang bisa kita lakukan adalah belajar untuk lebih menghargai orang lain & lebih berpikiran terbuka.
Dampak Negatif Halo Effect
1.Dapat menjadi akar dari pola pikir close minded.2.Menjadi suka melabel orang lain tanpa mengetahui kebenarannya.
3. Bisa menciptakan keputusan dan pengambilan keputusan yang salah
Contoh pengaruh halo effect pada beberapa bidang
>PendidikanMempengaruhi cara pandang dan memperlakukan siswa, juga sebaliknya >Kerja
Mempengaruhi cara pandang dan mengukur atasan terhadap bawahan >Pemasaran
Banyak perusahaan yang menggunakan figur publik sebagai brand ambassador produk karena daya tariknya
Bagaimana ya cara meminimalisir efek ini?
-Belajar untuk memandang secara obyektif -Berpikir secara perlahan dan hati-hati-Mencoba membalikkan asumsi negatif terhadap orang lain ke diri sendiri
-Melihat segala sesuatu dari sisi yang positif, bukan negatif saja
Sebenarnya, bias kognitif merupakan hal yang wajar. Manusia memang cenderung mempertahankan keyakinan sosial & moralnya, sehingga efek halo tidak bisa terhindari. Oleh karena itu, hal yang bisa kita lakukan adalah belajar untuk lebih menghargai orang lain & lebih berpikiran terbuka.
Baru tahu tentang halo effect ... bagus kak tulisannya ...
BalasHapusOh, jadi itu ya yang namanya halo effect. Baru tahu saya, hehee. First impression itu penting banget sih. Walaupun seringnya menipu. Terkadang apa yang ditunjukan orang di awal, bisa berbeda dengan sikap dia selanjutnya atau saat hari-hari biasa.
BalasHapusSetuju banget sama cara pencegahan halo effect itu..
BalasHapushalo effect dampaknya cukup besar juga terhadap cara pandang seseorang...
BalasHapusBaru tahu tentang halo effect. Ternyata pengaruhnya amat besar ya kak. Keren, aku jadi tahu soal ini abis baca tulisan kakak
BalasHapusKadang kesan pertama membuat lanjut atau tidak untuk mengetahui lebih lanjut seseorang. Kadang kesan pertama kurang baik, tapi setelah mengenalnya bisa menjadi asyik.
BalasHapusSering banget aku begini. Salah dalam menilai seseorang.
BalasHapusBagian tulisan "Belajar untuk memandang secara obyektif" itu sangat mantap sekali.
BalasHapusSemoga bisa menerapkan nya dalam porsi nya:)
Sebenarya memang tidak boleh kan ya menilai seseorang hanya dari kesan awalnya. Lebih sering zonk karena setelah mengenalnya, bisa jadi sifatnya berbeda jauh dari apa yang kita pikirkan.
BalasHapus