Menganalisis Jurnal
Menganalisis Jurnal
Judul Jurnal : PRO KONTRA UJIAN NASIONAL (UN) DALAM SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN DI INDONESIA.
Nama Penulis : Abdul Hadi Arwan
Nama Jurnal : Jurnal Conciencia (Jurnal Pendidikan Islam)
Tahun Terbit, ISSN, Halaman, Nomor dan Volume Jurnal :
Tahun terbit : Desember 2011
ISSN : 1412-2545
Halaman : 79-94
Nomor : 2
Volume : XI
Alamat Jurnal/Sumber Jurnal; Hari, Tanggal, dan Jam Mengunduh :
Alamat Jurnal / Sumber Jurnal : https://www.academia.edu/7474100/Pro-Kontra-Ujian-Nasional-Jurnal-Conciencia-Des-2011
Hari, Tanggal , dan Jam Mengunduh : Senin, I Juni 2020, 14.00 WIB
ABSTRAK JURNAL :
Jumlah Paragraf : 1 paragraf
Panjang dan Nomor Halaman : Lebih dari setengah halaman, 79.
Ukuran Spasi : 1.0
Ukuran Font : Times New Roman, 12
Uraian Abstrak : Abstraknya disajikan ke dalam 3 bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Di dalam abstrak, Penulis hanya membahas pengertian evaluasi pendidikan, konsep evaluasi pendidikan, dan aspek evaluasi pendidikan. Didalam Abstrak, penulis tidak mengemukakan tujuan dilakukannya penelitian dan hasil dari penelitian tersebut.
”Evaluasi pendidikan adalah upaya menetapkan aturan-aturan tertentu untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan dalam tataran makro atau mikro. Konsep evaluasi dalam diskursus pendidikan memiliki makna ganda. Satu aspek evaluasi pendidikan ditempatkan sebagai aktivitas epistimologi pendidikan, pada aspek lain ditempatkan sebagai aksiologi pendidikan yang berguna untuk memberikan muatan nilai dalam setiap komponen dan proses pendidikan.”
Keyword Jurnal : Ujian Nasional, Evaluasi.
PENDAHULUAN JURNAL :
Di dalam pendahuluan jurnal, penulis menggambarkan latar belakang terjadi pro kontra UN dalam mengevaluasi hasil belajar, ada pihak yang mendukung bahwa UN dapat meningkatkan semangat belajar siswa hanya karena takut tidak lulus dan ada pihak yang menentang karena UN hanya akan membuat siswa stress, orang tua khawatir, dan UN menimbulkan diskriminasi terhadap sejumlah mata pelajaran yang tidak di UN-kan sertaUN menuai beberapa kritikan.
Berikut uraian pendahuluan jurnal :
Guna menopang tujuan pendidikan maka diperlukanlah evaluasi yang dikenal dengan Ujian Nasional. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi pendidikan yang telah berlangsung di Indonesia setiap tahunnya. Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia karena murid/mahasiswa diIndonesia tidak mau belajar. Anak-anak lebih semangat belajar karena takut tidak lulus. Namun anak-anak juga stres. Penyelenggaraan UN yang dimulai dari SD bisa mendorong terjadinya perubahan perilaku siswa, guru, dan masyarakat. Penolakan terhadap UN didukung oleh kalangan DPR, masyarakat, orang tua dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Dengan adanya UN, siswa merasa tertekan dan cemas yang berlebihan takut tidak lulus, para orang tua merasa khawatir dengan nasib dan masa depan anaknya, para praktisi pendidikan merasakan penyelenggaran UN menimbulkan diskriminasi terhadap sejumlah mata pelajaran, para pengamat dan akademisi menilai UN tidak sesuai dengan prinsip-prinsip evaluasi pendidikan dan mengesampingkan aspek pedagogis dalam pendidikan, sedangkan sebagian anggota legislatif yang menolak menilai pelaksanaan UN bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. UN menuai banyak kritik mulai dari banyak energi yang terkuras, biaya yang dikeluarkan, politisi pendidikan, intervansi birokrat, kegelisahan orang tua, dan kecemasan anak.
TUJUAN PENELITIAN :
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa lebih jauh seputar pro dan kontra terhadap penyelenggaraan UN.
METODE PENELITIAN :
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis pada jurnal adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang lebih memberikan tekanan makna yang berkaitan erat dengan nilai-nilai tertentu, lebih menekankan proses daripada pengukuran, mendeskripsikan, menafsirkan, dan memberikan makna dan tidak cukup dengan penjelasan belaka, dan memanfaatkan multi metode dalam penelitian. (Sutama, 2012). Dalam jurnal itu peneliti berfokus pada pemahaman terhadap fenomena pro kontra UN yang terjadi di Indonesia, antara yang mendukung UN tetap ada atau yang menolak diperlakukannya UN. Peneliti menggunakan partisipan dalam memperoleh hasil penelitian untuk memperkuat hasil penelitiannya.
PEMBAHASAN :
Di dalam pembahasan, penulis sudah memberikan data sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu menganalisa lebih jauh seputar pro kontra terhadap penyelenggaraan UN. Pembahasannya meliputi beberapa definisi evaluasi, kebijakan UN, dampak positif, dan dampak negatif UN, kedudukan dan peran evaluasi dalam pembelajaran. Dalam pembahasan banyak memuat kajian literature, teori, pendapat para ahli, dan pasal-pasal yang menjelaskan.
Adapun uraian pembahasan :
Evaluasi pendidikan tidak hanya menilai melainkan juga berkenaan dengan penilaian terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi proses belajar siswa tersebut, seperti evaluasi terhadap guru, kurikulum, metode, sarana prasarana, lingkungan dan sebagainya. Menurut Ahmad Tafsir, evaluasi adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk mengetahui hasil pengajaran khususnya, hasil pendidikan pada umumnya. Evaluasi bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam berbagai aspek. Untuk itu perlu dirancang suatu sistem pendidikan yang mampu mencipta-kan suatu suasana dan proses pem-belajaran yang aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, merangsang, dan menantang peserta didik untuk mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan bakat dan kemampuannya. UN tersebut dapat dijadikan instrumen untuk melakukan pemetaan terhadap permasalahan pendidikan secara nasional, dan pada saat bersamaan dapat menentukan kebijakan dan program untuk meningkatkan mutu pendidikan maka hal itu keliru bila menjadikan UN sebagai instrumen untuk menentukan kelulusan seorang siswa.
Dampak positif pelaksanaan UN antara lain adalah : (1) memperoleh data hasil belajar siswa; (2) memperoleh data untuk menentukan lulusan SMP/ Mts yang dapat melanjutkan pendidikan ke SMA/MA/SMK; (3) memperoleh data yang akan digunakan sebagai dasar untuk program tindak lanjut. UN, hanya angka yang dijadikan ukuran kualitas, tetapi tidak ada makna di dalamnya sehingga belum tentu mencermin-kan mutu lulusan. Seharusnya yang menjadi pegangan bukan hasil, tetapi proses. Sistem pendidikan mengedepankan pentingnya kognitif, afektif dan psikomotorik, tetapi ketika mengukur keberhasilan di akhir tahun, pemerintah hanya mengukurnya dari aspek kognitif. Menurut Bedjo Sujanto, tidak perlu ada yang dikhawatirkan adanyaUN, ketika pembelajaran dilaksanakan secara tuntas. Pembelajaran tuntas akan menuntun siswa memiliki rasa percaya diri karena mereka akan siap kapanpun ujian akan dilaksanakan.
Dampak negatif ujian nasional, yaitu (1) Terjadinya disorientasi pendidikan di sekolah karena terjadi pembatasan mata pelajaran yang diujikan dalam UN, mata pelajaran lain dianggap hanya sebagai pelengkap. (2) Proses pembelajaran yang kurang bermakna karena guru hanya menggunakan metode pembelajaran dril, hanya mengerjakan sejumlah soal yang di UN-kan. Model pembelajaran ini tidak bermakna, karena apa yang di-pelajari bersifat mekanistik, bukan pada penguasaan konsep yang esensial. (3) Upaya-upaya yang tidak fair karena banyak oknum guru dan kepala sekolah melakukan kecurangan untuk mencapai target kelulusan yang setinggi-tingginya. (4) Hanya ranah kognitif yang terukur sedangkan ranah afektif dan psikomotorik yang juga bagian dari tujuan pembelajaran tidak terukur. Akibat pada pembelajaran di sekolah hanya pada pengembangan kecerdasan intelektual, sementara kecerdasan lainnya terabaikan. (5) Kelulusan yang kurang obyektif karena hanya mengacu pada hasil UN saja tanpa memperhatikan proses belajar yang dilakukan siswa selama 3 tahun di SLTP dan SLTA. (6) Pengukuran hasil belajar yang kurang fair karena UN yang tingkat kesukarannya sama pada disparitas kualitas pendidikan yang berbeda baik antar provinsi dan antar kabupaten/kota akan menimbulkan pengukuran hasil belajar yang kurang fair. (7) Menutup akses pendidikan ber-kualitas bagi masyarakat miskin karena yang kaya akan memberikan fasilitas les privat agar diterima disekolah yang berkualitas sedangkan yang miskin hanya berusaha dengan kemampuannya.
Dampak negatif yang muncul harus dikaji lagi secara komprehensif, baik menyangkut aspek akademis/ pedagogis, yuridis formal, maupun kajian empirik. Evaluasi dilaksanakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pendidikan. Untuk mengukur hasil pen-didikan sebagaimana digambarkan di atas, maka diperlukan instrumen evaluasi yang variatif dan komprehensif. UN, hanya mengukur prestasi akademik yang hanya mengukur penguasaan pengetahuan, berakibat pada proses pembelajaran yang terjadi di sekolah pun menjadi berfokus pada pengembangan ranah kognitif. Aspek-aspek afektif, seperti berakhlak mulia, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggung jawab menjadi terabaikan. Pemerintah telah melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya melalui pengembangan pendekatan dan strategi pembelajaran. Dengan pendekatan dan strategi pembelajaran yang inovatif diharapkan akan terjadi proses pembelajaran yang menyenangkan, menstimulasi pengembangan potensi diri siswa, jauh dari tekanan dan stres, dan mendorong siswa belajar menemukan. Eveluasi yang terus-menerus, komprehenshif dan obyektif dapat menjadikan sekolah sebagai pusat pembudayaan berbagai kemampuan dan nilai seperti etos kerja, kedisiplinan, kejujuran serta moral. Nilai-nilai ini, tentu sangat tidak mungkin untuk diukur melalui tes sejenis UN yang saat ini berlaku.
KESIMPULAN :
Penulis menguraikan kesimpulan secara objektif sesuai dengan subjek yang dibahas yang berupa penjelasan pro kontra UN diantaranya adalah dampak positif yang berarti memicu UN tetap diprtahankan dan dampak negatif yang berupa kontra terhadap UN sehingga mengakibatkan UN harus dihapus. Kesimpulan dari jurnal ini sudah cukup menjelaskan tujuan dari penelitian. Kesimpulan ini sudah mencakup ringkasan dari pembahasan yang telah diuraikan yang disusun secara singkat, padat, dan jelas yang tetap mengacu pada tujuan peneltian. Kesimpulannya sudah meringkas dari pembahasan yang berupa definisi evaluasi, dampak positif dan negative UN dan keharusnya pemerintah mempertimbangkan UN.
Komentar
Posting Komentar