Cerpen Romance "Dunia Cermin"

DUNIA CERMIN

(Oleh : Mita Indah Sari)

Pantulan yang ditimbulkan dari sebuah cermin yang berada di ruang bawah tanah menarik Reina untuk mendekat. Reina yang awalnya disuruh mamanya untuk mengambil sapu di ruang bawah tanah terkejut akan adanya cahaya yang ditimbulkan oleh pantulan cermin yang berada tak jauh dari tempatnya mengambil sapu. Dia pun berjalan menuju ke arah cermin dan pandangannya terus menerus menatap ke cermin dan secara tak sadar kini Reina berdiri di depan cermin. Tangannya yang lentik menyentuh cermin dan sebuah cahaya yang menyilaukan mata keluar dari dalam sana, reflek dia menutup matanya dengan tangan kanannya yang berusaha menghalau sinar agar tidak terlalu menyilaukan matanya. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan tangan kokoh berotot yang menyentuh bahunya.

“Melamun lagi?” tanyanya sambil menggeser kursi agar  berhadapan langsung dengan wanita yang melamun tadi.

Reina mengeryit bingung karena ada lelaki tampan yang sangat asing baginya duduk disampingnya, “ Kau siapa? Dimana aku?” Laki-laki itu menghela nafas pelan.

 “Aku suamimu dan kita sedang berada di kamar.”

Suami? Kapan dia nikah? Perasaan dia tadi di ruang bawah tanah? Pertanyaan demi pertanyaan terlontar bagai serentetan episode drama korea yang sering ditontonnya. Dia mengamati ruangan tempat dimana ia berada. Benar sekali, sekarang dia berada di ruang kamar dengan dekorasi klasik kerajaan. Disana ada fotonya dan laki-laki yang ada dihadapannya sedang tersenyum bahagia memperlihatkan cincin pernikahannya. Reina menunduk dan mengamati jari-jarinya, matanya tertuju pada cincin berlian yang berkilauan melekat apik di jari manisnya. Reina semakin bingung dan bertanya-tanya apakah semua ini halusinasinya. Reina lalu menyubit tangan kirinya dan ia meringis kesakitan. 

“Kau kenapa? Tanyanya dengan agak khawatir melihat istrinya bertingkah aneh. Reina menggeleng dan hanya tersenyum tipis.

“Sepertinya kau butuh jalan-jalan.” Laki-laki yang mengaku suaminya langsung menarik tangan Reina dan membawa Reina keluar kamar. Reina hanya pasrah dan mengikuti kemana laki-laki yang tadi mengaku menjadi suaminya hingga matanya dimanjakan dengan taman yang sangat indah. Disana ada air mancur dan bunga-bunga yang indah tetapi sangat asing bagi Reina.

“Ini sangat indah sekali.” Reina berteriak senang.

“Bagaimana kau suka?” Reina hanya mengangguk dan tersenyum bahagia. 

“Terima kasih mas…” kata Reina mengantung karena sedari tadi tidak tahu nama laki-laki yang mengaku sebagai suaminya. Laki-laki itu menoyor kepala Reina.

“Mas mas kamu kira aku ikan mas, namaku Nathan masa sama suami sendiri lupa.” Katanya sambil tersenyum manis memperlihatkan lesung pipitnya. Reina menunduk malu karena pertama, dia tidak tahu nama suaminya dan yang kedua, dia merasakan debaran aneh di jantungnya hanya karena melihat senyuman laki-laki dihadapannya. 

Sesaat suasananya menjadi hening karena keduanya sibuk menikmati pemandangan yang ada didepannya. Reina melangkahkan kakinya menuju bunga-bunga yang sedari tadi menarik perhatiannya, bunga lotus putih yang begitu indah. Dia mendekati dan menyentuhnya. 

“Apa aku boleh memetiknya?” tanyanya sambil menengok ke arah Nathan yang sedang melihat kolam ikan. 

 “Silahkan, sebenarnya taman ini aku buat untuk hadiah pernikahan kita.”

 Reina yang hendak menoleh kembali mengurungkan niatnya  tatkala mendapati suami tampannya menghampirinya. Nathan berjalan ke arah bunga mawar sembari melewati Reina yang terdiam mematung lalu ia memetik bunga mawar tersebut dan membawanya ke Reina.

“Ini cocok untukmu.” Katanya sambil menyelipkan bunga mawar yang tadi dipetiknya ke telinga Reina. Reina yang diperlakukan makhluk tampan di depannya terasa ingin meleleh saja dari tempatnya. 

Nathan gemas melihat istrinya malu-malu hingga ide gila terlintas dipikirannya. Dia menarik tengkuk Reina agar mendekat dengan wajahnya dan hanya menyisakan jarak beberapa senti saja. Jantung Reina berasa mau copot dari tempatnya. Dia tidak pernah membayangkan dia akan melakukan adegan drama korea yang biasa dia tonton dan sekarang dia merasakannya. Melihat jarak wajah Nathan dengan dirinya yang semakin dekat membuat Reina memejamkan mata dan tentunya dia tahu adegan selanjutnya.

“Reinaaa  nih anak disuruh siap-siap buat ketemu calon suami malah tidur.” Teriak Lina, mama Reina karena kesal anak gadisnya tak bangun-bangun.

“Apa sih mama ngangguin Reina aja tadi Reina mau ciii …” seketika Reina bangun karena kaget karena ada mamanya. Kan tadi dia sama Nathan.

“Ci … ci apaan?” tanya mamanya kesal. Reina hanya menggeleng.

“Sepuluh menit ngga pake lama mama tunggu di bawah!” perintah mamanya sebelum keluar dari kamar anak semata wayangnya. Reina hanya mendengus kesal, tadinya dia kan mau ngelakuin adegan di drama korea yang sering ia tonton dan semua rusak karena mamanya yang bawel.

“Ah ternyata hanya mimpi tapi kenapa begitu nyata?” tanyanya pada dirinya sendiri lalu ia bergegas pergi ke kamar mandi supaya tidak kena semprot mulut mamanya. 

Sekarang dia memakai gaun berwarna biru muda dan tak lupa dia mengoles sedikit lip tint di bibirnya agar tidak terlihat pucat. Dengan langkah gontai Reina menuruni anak tangga hingga dia dapat melihat sosok laki-laki yang akan dijodohkan dengannya. Hanya perasaan Reina terasa tidak asing dengan sosok laki-laki itu. Di anak tangga terakhir Reina berhenti dan mamanya yang melihat Reina langsung memanggil anaknya.

“Reina sini.” Reflek laki-laki itu menoleh dan melihat ke arah Reina.

Deg

Ini tidak mungkin, laki-laki yang berdiri disana sama persis dengan laki-laki yang menjadi Suami Reina dimimpinya. Reina pun akhirnya mendekatinya dan tatapannya terus ke arah laki-laki itu. Dia merasa sekarang sedang bermimpi bisa bertemu kembali dengan suami masa lalunya. Apakah mungkin ini yang dinamakan reinkarnasi atau apa mungkin dunia cermin itu nyata.

................

Terima kasih untuk pembaca yang menyempatkan menginjakkan jiwa raga di lapak ini. Mohon kritik dan sarannya. Sekian dan Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Menulis Cerita Mini

BAHAN AJAR MATERI HAK DAN KEWAJIBAN KELAS VI

Merasa kesepian dan terisolasi?