Cerpen "KASIH TAK SAMPAI"
Nah, kali ini saya akan menampilkan cerpen cinta pertama. Karena cinta pertama itu susah untuk dilupakan. Silahkan membaca ya... jangan lupa jika kalian punya kisah cinta pertama seperti ini comment.
Kasih Tak Sampai
Setiap orang mempunyai kisah cinta pandang pertama masing-masing, ada yang berakhir happy ending, ada juga yang sad ending. Kisah percintaan mereka hampir sama namun yang berbeda hanya alur, tempat, dan waktunya.
Begitu juga denganku, aku mempunyai kisah cinta pandang pertama yang terdengar nyeleneh dan aneh. Aku jatuh cinta pandang pertama pada seorang yang kutemui di halte. Aku tidak tahu namanya dan dimana ia tinggal namun kita selalu bertemu di halte dengan waktu yang sama.
Awalnya aku hanya menganggapnya sebagai sosok asing yang kutemui di halte namun nyatanya dia berbeda. Setiap kali aku berpisah dengannya rasanya ada sesuatu yang hilang. Entahlah itu apa, yang jelas perasaan ini semakin lama semakin menjadi. Hingga akhirnya aku mengetahui bahwa aku jatuh cinta pandang pertama dengannya. Setiap kita bertemu dia selalu tersenyum.
Suatu hari senyumannya jadi petaka sekaligus peluang bagiku, senyumannya itu telah membiusku untuk tetap berdiam tanpa memperdulikan sekelilingku. Seorang ibu dengan badan besar menyenggolku dengan keras. Tubuhku yang seringan kapas ini hampir jatuh tersungkur namun ada seseorang yang dengan sigap menarik pinggangku. Mata kita bertemu, mata biru sayu yang menatapku dengan rasa khawatir. Dan jantung ini berdetak dengan keras seakan jika dimikrofon seperti musik dj yang ada diclub-club malam.
Aku tersadar diri lantas cepat-cepat berdiri. Belum sempat aku berterima kasih, angkot yang kita tumpangi telah tiba. Aku duduk disampingnya, memandangnya lekat-lekat seakan tak mau lepas dari wajah tampannya. Apakah dia memandangku kembali? jawabannya tidak.
Dia tidak memandangku balik yang dia lakukan hanya terpejam dengan handset dikedua telinganya.
Seminggu setelah itu, aku menyuruh anak kecil yang kebetulan lewat di halte. Aku menyuruhnya untuk memberi sepucuk surat untuknya dengan embel-embel uang sebesar sepuluh ribu. Setelah anak itu pergi, kulihat dia mulai membaca surat cinta dariku. aku menulis surat itu dengan membayangkan dia di depanku. Kutulis rapi-rapi hingga terlahirlah surat cinta untuknya. Adapun isi suratnya seperti ini:
Teruntuk Ta
Hai apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja. Kalo aku sendiri baik tapi hatiku tidak. Rasanya hati ini terasa hampa dan kosong tanpa ada kamu disisiku. Sejak pertama aku mengenalmu, kukira aku hanya menganggapmu sebagai orang asing yang kutemui dijalan, dikeramaian, atau di halte.
Namun nyatanya kamu berbeda, kamu bisa bikin hati ini tidak sedang baik-baik saja. Entahlah rasa ini makin hari makin tidak bisa tertebak. Awalnya aku kira rasa ini hanya rasa kagum pada sosok pria berwajah tampan yang selalu kulihat di halte, namun nyatanya rasa ini tumbuh jadi benih-benih cinta.
Aku jatuh cinta pada pandang pertama denganmu. Mungkin kau menganggapku pengencut karena tidak menyampaikan perasaan ini langsung malah lewat surat. Bukannya aku pengecut aku hanya tidak ingin saat aku menyatakan perasaanku, kamu justru malah pergi. Maaf, kalo perasaan ini terlanjur jujur untuk mencintaimu.
Aku punya permintaan yang sedikit memaksa, mulai dari sekarang aku panggil kamu Ta dan kamu panggil aku Ci ya!
Kamu tahu ngga kenapa aku nyuruh kamu buat manggil aku Ci dan aku panggil kamu Ta? Pasti kamu binggung kan! Kenapa? Coba kamu perhatikan deh Ta, kalo kata Ci n Ta bacanya apa? CINTA bukan. Buat kamu cinta itu apa sih? Kalo aku sendiri cinta itu kaya perasaan aku ke kamu saat ini, seterusnya, dan selamanya. Ta, kamu itu lucu tapi sayangnya ngga bikin aku ketawa tapi bikin aku jatuh cinta.
Tahu ngga Ta, sekarang ini aku terkena flu. Fluku ini ngga ada obatnya, ada sih tapi entahlah obatnya lagi sibuk baca surat ini atau sibuk sama yang lain. Paham ngga obat dari fluku tuh, ya kamu Ta. Kamu pasti bingung kan kenapa? Sini aku bocorin flu itu singkatan dari falling love you. Bukannya aku gombal, aku hanya ingin kau tersenyum saat baca surat dariku. Mungkin aku tak pandai merangkai kata-kata jadi bait-bait puisi. Aku juga bukan dilan yang pandai gombal ke Milea atau roman picisan yang pandai bikin puisi untuk Wulan namun percayalah aku bisa bikin kamu tersenyum.
Aku tidak memintamu untuk membalas surat ini, aku hanya ingin kamu tahu perasaanku saja. Terima kasih telah membaca surat cinta dariku.
Yang mencintaimu,
Ci
Terasa lucu dan sekaligus malu saat mengingatnya. Setelah aku mengirim surat itu, dia tidak lagi terlihat. Sudah dua minggu lebih dia tidak lagi kutemui di halte. Apakah dia merasa risih dengan surat cinta yang kuberi dua minggu lalu. Atau jangan-jangan dia justru membenciku?.
Pertanyaan demi pertanyaan serasa mengelilingi kepalaku hingga aku tak sadar bahwa ada mobil lewat dan setelah itu, dunia terasa menggelap.
Aku tidak tahu aku dimana yang jelas ini terasa asing bagiku. Semuanya berwarna putih tanpa ada warna lain sedikitpun yang memberi kesan hampa dan kosong. Kemudian aku kembali ke ruangan yang kuyakini ini adalah rumah sakit karena aku mencium bau obat-obatan.
Aku melihat ibuku menangis dengan kencang dan ayahku berusaha menenangkan ibuku. Disana aku melihat seseorang yang telah ditutupi kain, aku tidak tahu siapa dia. Kenapa ibu harus menangis karenanya? Aku meraba pundak ibuku namun aku tidak bisa menyentuhnya. Ada apa denganku, kenapa aku tidak bisa menyentuh ibuku. Kudengar ibuku menjeritkan namaku. Aku disini, disampingmu ibu tapi suaraku seakan tertelan oleh tangisan ibuku.
Kain yang menutupi orang itu dibuka dan betapa terkejutnya diriku. Disana aku terbaring kaku dengan kapas yang menempel dikedua lubang hidungku. aku seakan terpaku disana, aku lemas tak berdaya. Aku terasa tak percaya bahwa aku sudah meninggal.
Lantas bagaimana perasaanku, aku bahkan belum tahu dia mencintaiku atau tidak. Dua jam setelah itu, aku dimakamkan. Aku melihatnya, dia disana setelah pemakaman sudah sepi. Aku melihatnya menangis saat dia menyentuh batu nisanku. Lalu dia memberiku sebuah bunga mawar putih, bunga yang aku suka. Dia berkata bahwa dia juga mencintaiku. Aku sangat terkejut akan hal itu, ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama kepadaku.
Aku tak menyangka kisah cinta kita akan usai sampai disini. Seakan dunia ini menghukumku dengan sebuah jarak yang tak tertembus. Tak selamanya kisah cinta berakhir dengan indahnya. Begitu pula dengan kisah cintaku yang berakhir di pemakaman.
Tragis
BalasHapusKayak hidupnya sang penulis
Hapus