PARADOKS JAWA TENGAH


       Jawa tengah adalah provinsi yang beribukota Semarang. Provinsi ini terletak di tengah pulau jawa yang dihimpit oleh jawa barat dan jawa timur. Provinsi ini termaksud provinsi yang sangat memprihatinkan karena banyak permasalahan-permasalahan yang harus diperhatikan pemerintah seperti kemiskinan, pertanian, pendidik, sumber daya manusia, kesehatan dan gizi, rawan bencana, darurat korupsi.

1.  Kemiskinan

     Memang kemiskinan sudah menjadi beberapa problem yang sudah ada sejak dulu. Bukan hanya Jawa Tengah saja tetapi daerah lain juga mengalaminya. Kemiskinan di Jawa Tengah tergolong masih tinggi, tercatat 4,49 juta orang miskin 13, 19% yang sebagian besar berada di pedesaan. Berdasarkan basis data terpadu (BDT) dinas social Jawa Tengah, keluarga pra-sejahtera mencapai 15,2 juta atau 4,4 juta keluarga setara dengan 44,85% dari jumlah penduduk Jawa Tengah.

2.  Pertanian
     Petanian merupakan komoditas utama masyarakat Jawa Tengah yang mayoritas berada di pedesaan. Jumlah keluarga petani di Jawa Tengah selama 10 tahun terakhir mengalami penurunan hingga 26,3 %. Pada 2006, jumlah keluarga petani mencapai 5,7 juta keluarga, kini per 2016, berkurang menjadi 4,2 juta keluarga. Ini berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
       Saat ini, 77,0% petani di Pulau Jawa merupakan petani gurem dengan lahan kurang dari 0,5 hektar dengan luasan per keluarga tani 0,2-0,3 hektar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani yang hanya Rp. 1.030.000/bulan atau lebih rendah dari upah minimum provinsi (UMP) terendah di Indonesia.

3.    Pendidikan
        Pendidikan sangatlah perlu untuk meningkatkan kualitas SDM suatu negara. Namun apa jadinya kalau pendidikan masih dianak duakan bagaimana bangsa ini terbebas dari pembodohan. Tercatat angka partisipasi pendidikan menunjukkan hanya 20,57%. Masyarakat Jawa Tengah yang masuk universitas, dibawah angka nasional yaitu 22,95%.
Sumber Daya Manusia
Dibandingkan dengan indeks nasional, indeks pembangunan manusia (IPM) Jawa Tengah masih tertinggal. Tercatat Jaa Tengah tumbuh dari 66,08 di tahun 20010, menjadi 69,98 di 2016. Ipm Nasional mengalami peningkatan dari 66,53 menjadi 70,18 pada periode yang sama.

4.   Kesehatan dan Gizi
      Hanya ada 875 puskesmas di Jawa Tengah. Sanitasi yang layak untuk pedesaan baru mencapai 62,74% dan sanitasi yang tidak layak 37,28%. Untuk di perkotaan, sanitasiyang tidak layak 20,07%. Pada ahun 2015, sebanyak 922 balita di Jawa Tengah menderita gizi buruk. Daerah dengan gizi buruk tertinggi sebanyak 82 balita terjadi di Brebes.

 5.  Jawa Tengah “Rawan Bencana”

  Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB menetapkan Provinsi Jawa Tengah sebagai peringkat pertama wilayah yang paling rawan bencana di Indonesia karena berpotensi terjai bencana gunung api, banjir, longsor, tsunami, gempa bumi, dan puting beliung.

6. Jawa Tengah “Darurat Korupsi”
   
    Selama kurun waktu 1999-2017, terdapat 32 kepala daerah atau wakil kepala daerah di Jateng yang terjerat kasus korupsi. Pada tahun 2015-2016, jateng menduduki peringkat pertama prvinsi dengan jumlah korupsi terbanyak di Indonesia.

     Nah, itulah beberapa paradox yang terjadi di Jawa Tengah, dan saya berharap untuk kedepannya pemerintah dan masyarakat bisa menanggulangi semua permaslahan-permasalahan yang terjadi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah Menulis Cerita Mini

BAHAN AJAR MATERI HAK DAN KEWAJIBAN KELAS VI

Merasa kesepian dan terisolasi?