INDONESIA MAMPU KUASAI EKONOMI DUNIA DI MASA DEPAN DENGAN SAWIT
Sawit merupakan tumbuhan industri sebagai bahan baku penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar. Tanaman yang sangat familiar di telinga kita ini ternyata menjadi penyumbang terbesar devisa negara. Hal itu sangat membantu perekonomian negara Indonesia yang sedang membutuhkan banyak dana untuk kebutuhannya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementrian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa sector perkebunan kelapa sawit dan industrial minyak sawit nasional merupakan sector strategis yang memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian nasional.
Bambang mengatakan, “Karenanya Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia bersama-sama dengan Malaysia saat ini yang menguasai pangsa pasar sekitar 85 persen produksi minyak kelapa sawit dunia.”
Dia juga menambahkan bahwa kebutuhan minyak nabati dunia saat ini lebih dari 50 persen bersumber dari minyak kelapa sawit sedangkan sisanya berasal dari minyak rape seed, bunga matahari, keledai, minyak kelapa, kacang tanah, bunga matahari dan minyak biji kapas.
Selain itu, dari segi pengembangan wilayah telah terbukti bahwa pembangunan kelapa sawit yang umumnya di daerah terpencil mampu mendorong berkembangnya wilayah dengan sentra ekonomi berbasis kelapa sawit.
Terlepas dari itu semua, sawit mempunyai potensi menggantikan peran minyak bumi atau bahan bakar fosil. Bayangkan saja bila bahan bakar dibumi ini habis dan tidak dapat diperbarui lagi, pasti dunia akan mencari solusi untuk menggantikan bahan bakar itu. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan yang bisa diperbarui dan memiliki potensi tak dapat habis.
Salah satu bahan yang berpotensi adalah sawit dan salah satu penghasil sawit adalah negara Indonesia. Dengan lahan sawit seluas 15 juta hectare, Indonesia mampu menghasilkan banyak sekali sawit yang nantinya akan diekspor ke beberapa negara dimasa depan.
Menurut Tufaila Hemon, “Kelapa sawit sangat strategis karena dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi, sdah ada teknologi yang mampu mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar. Kemungkinan nantinya bisa diubah menjadi ahan bakar kendaraan seperti premium dan lainnya, maka ketergantungan pada minyak bumi nantinya akan berkurang, harga diri bangsa akan semakin tinggi dan akan disegani oleh negara-negara lainnya.
Dia juga menjelaskan saat ini cadangan minyak bumi yang berasal dari fosil semakin tipis sementara fosil sendiri tidak dapat diperbarui, maka dimasa yang akan datang entah itu kapan akan terjadi peperangan untuk memperebutkan minyak bumi nantinya.
“Kalau cadangan minyak sudah habis maka akan terjadi peperangan untuk memperebutkan minyak bumi yang jumlahnya sedikit, jadi kalau minyak bumi sudah habis, satu-satunya yang menyimpan stok banyak minyak yang dapat diperbarui hanya Indonesia dan Malaysia lewat minyak kelapa sawit,” katanya.
Dengan luas lahan kelapa sawit yang dimiliki Indonesia sekitar 15 juta hectare, Indonesia mampu menghasilkan banyak sawit dan merupakan modal bagi Indonesia untuk menguasai ekonomi dunia di masa yang akan datang. Karena negara-negara barat yang memiliki banyak iklim akan sangat sulit untuk mengembangbiakan sawit, nantinya ia akan impor sawit ke negara Indonesia. Karena setiap negara butuh bahan bakar untuk segala hal termasuk untuk menghidupkan mesin kendaraan bermotor.
Kalau misalnya seluruh dunia tidak ada bahan bakar pastinya tidak ada lagi kendaraan yang biasanya lewat dijalan dan mereka akan kembali ke zaman dulu tanpa energi. Sangat menyeramkan bukan?. Dan misalnya minyak bumi yang menjadi bahan bakar habis pastinya negara-negara akan mencari alternatifnya untuk mencari bahan bakar tersebut yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang bisa diperbarui.
“Kalau itu terjadi berarti pengendalian dunia akan berada di tangan Indonesia dan Malaysia karena dua negara ini penghasil sawit dan memiliki kemampuan untuk mengubah minyak sawit menjadi bahan bakar yang digunakan bagi kendaraan,” paparnya.
Dengan penjelasan diatas, dapat dipastikan Indonesia dapat menguasai perekonomian dunia dengan sawit jika bahan bakar yang berasal dari fosil sudah habis dan tidak ada alternatif lainnya.
#BicaraSawit
#SawitBaik

Semoga pemerintah tidak menjual lagi "tambang emas" sawit Indonesia kepada pihak asing
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSemoga saja ya kak dan kasus kpk cepat selesai
Hapusmemang berpotensi karena sawit kan bahan bakar yang bisa diperbaharui
BalasHapusMenarik tulisannya :)
BalasHapusSayang sekali belum banyak yang sadar akan manfaatnya
BalasHapusMenambah wawasan, seperti sedang membaca berita. Nice, Kak.
BalasHapus