Hal-Hal yang bisa bikin traumatis
Pernah ngga sih kalian trauma terhadap hal-hal yang dianggap sepele oleh orang lain. Namun nyatanya dampak yang ditimbulkan sangatlah luar biasa bagi mental kita. Pernah dengar kata "Halah cuma gitu doang ngga bisa."
Plis jangan ngehakimi orang seperti itu. Setiap orang punya pandangan beda-beda terhadap nada suara. Ada yang ngomong biasa aja dibilang pedes. Ada yang ngomong pedes dibilang biasa, tergantung orang itu gimana menyikapinya.
Makin banyak yang aku alami dan makin banyak cerita yang aku baca dari postingan facebook, makin aku sadari bahwa kesehatan mental ngga boleh disepelekan. Kita semua bener-bener harus sadar untuk lebih menjaga perasaan orang lain dan lebih berhati-hati dalam berbicara dan bersikap agar semua itu tidak menyebabkan luka batin yang nantinya susah sekali disembuhkan.
Tiap orang punya "ketahanan mental" yang berbeda dan seringkali, kita tidak bisa memilah mana yang masuk ke dalam alam bawah sadar kita. Ada orang yang hanya dengar orang ngomong keras nangis. Ada juga orang yang dibentak merasa acuh tak acuh. Stop,,,, buat sama-samain ketahanan mental orang satu dengan yang lainnya. Manusia diciptakan dengan sifat yang berbeda-beda dengan perbedaan itu harusnya kita bisa menghargai satu sama lain. Bukan malah menyama ratakan.
Trauma adalah sesuatu yang mengacaukan kerja otak kita. Trauma bisa dipicu hal-hal serupa dari memori yang ditangkap panca indera kita. Misalnya aroma yang kita cium atau benda yang kita lihat.
Banyak orang berfikir kalau yang dinamakan "Pengalaman Traumatis" itu hanyalah tindakan ekstrim yang mengarah ke kriminal seperti kekerasan, pembegalan, pelecehan, atau bullyng. Padahal banyak sekali hal yang dapat membuat kita trauma sebagai berikut ini :
1. Perlakuan tidak adil
Perlakuan tidak adil seringkali kita temukan disekitar kita. Entah itu dikeluarga, di lingkungan sekolahan, atau masyarakat. Di lingkungan keluarga, seorang anak kandung yang dianak tirikan bisa saja membuat trauma dan malas bercerita dengan orang tuanya terhadap masalah yang dihadapinya.
Saya dulu sewaktu SMA dibedakan sendiri sama yang ranking 1, ketika saya suruh jelasin caranya gimana dia seolah-olah ngelempar ke teman yang sudah diajarin padahal kalau teman-teman lain minta diajarin langsung gercep buat ngajarin kalau saya ya sudahlah. Hal itu membuat saya sakit hati dan ngga mau jadi ranking satu. Di masyarakat, perlakuan tidak adil saat misal si "A" dikucilkan dalam pergaulan warga desa akhirnya si "A" jadi trauma dan malas datang acara warga desa.
Adilah dalam memperlakukan orang lain agar kamu tahu rasanya dihargai
2. Tidak dipercaya
Gimana perasaan kalian ketika kalian sudah melakukan segala cara tapi kalian tidak dipercaya. Kalian sudah meyakinkan bahwa kalian jujur namun nyatanya orang itu malah menyepelekan kepercayaan kita. Sungguh menyakitkan bukan.... Maka dari itu tidak dipercaya bisa menimbulkan traumatis bagi seseorang. Seseorang yang tidak dipercaya akan merasa dirinya asing dan menghilangkan rasa percaya dirinya.
Seseorang hanya ingin dipercaya ketika dia berkata jujur bukan malah diperlakukan sebaliknya yang membuat orang berkata bohong
3. Disebut ngga penting atau ngga berharga
Kalau misalnya kata-kata itu keluar dari mulut seseorang pasti akan menyakitkan buat orang yang ditujukkan. Bahkan kalau orang itu perasa akan tahu hanya dengan melihat sikap orang yang nganggap kita ngga penting. Sungguh menyakitkan bukan.
4. Terus menerus mendengar hal yang negatif
Ketika orang disuguhkan dengan cerita yang berbau kekerasan, pelecehan, dan pembunuhan. Pastinya akan mendapatkan trauma tersendiri saat cerita itu didogengkan kepadanya. Setiap rentetan dongeng itu bisa saja muncul dengan tiba-tiba sehingga dia tertekan dan mengalami trauma yang sangat berat.
5. Ditertawakan
Ditertawakan karena membuat kekonyolan itu lumrah. Namun jika ditertawakan karena ingin mempermalukan si korban akan membuat trauma terselubung dan akhirnya membuat si korban depresi. Sungguh hati sangat sakit apabila kita terluka malah ditertawakan. Apalagi ketawanya sangat keras membuat hati terasa ngilu saja.
Jangan pernah tertawakan orang lain hanya karena ingin mempermalukannya
6. Dijadikan Kambing Hitam
Ketika orang tak salah terus dituduh salah dan dicemooh banyak orang karena sebuah kesalahpahaman pastinya akan memberika trauma bagi si korban karena korban disini dipojokkan dan dibenci semua orang yang menyalahi dirinya. Usaha dirinya dalam membela diri nyatanya tak dihargai dan terus menerus disalahkan agar si pengadu domba tampak paling benar tanpa memikirkan korban dari kesalahpahaman adu domba.
7.Disepelekan ketika membela hal yang dianggap penting
Seperti kita membela orang yang lemah pastinya akan disepelekan oleh orang-orang yang merasa dirinya hebat dan berkuasa. Sekarang apa salah membela orang yang lemah. Tentunya benar kan apalagi kalo orang itu belaga sok berkuasa namun nyatanya hanya omong kosong belaka saja.
Hal-hal yang biasanya dianggap "Cuma bercanda" atau hal-hal yang katanya dilakukan dengan niat baik namun caranya kurang tepat. Sedihnya, banyak sekali luka karena hal "Sepele" ini didapatkan dari orang yang dekat dengan kita seperti keluarga atau teman kita. Kita memang cenderung lebih mendengarkan dan memasukkan perkataan/perbuatan mereka ke dalam hati kita.
Dampak dari trauma berupa gangguan kecemasan, susah tidur, terus merasa bersalah atau tertekan, melakukan hal-hal yang merusak diri, tidak bisa berkosentrasi dan banyak hal yang menganggu fungsi tubuh kita. Jadi, jangan bilang "Jangan lebay atau sok dramatis seperti itu, jijik aku" atau " Itu cuma perasaanmu saja" karena efeknya nyata dirasakan oleh tubuh kita.
Tahukah kalian menyembuhkan trauma ngga semudah men-delete file di Hp kita. Bisa butuh waktu bertahun-tahun bahkan seumur hidup untuk menyembuhkan luka batinnya. Tiap orang punya proses dan cara yang berbeda.
Aku berharap semoga tulisan ini menjadi pengingat kita untuk "Bersikap lebih baik pada orang lain." Tiap orang punya "traumanya masing-masing. Setidaknya, janganlah lagi kita menambah luka baru dalan hidup masing-masing. Akan sangat luar biasa bila kita bisa menyembuhkan luka mereka. Akan sangat indah jika kita bisa menyambung harapan. Dan ingat satu hal jaga lisanmu karena sakit paling dalam ada pada kata yang terlontar dari mulutmu.








Bagaimana jika kita yang memiliki trauma dan sedang menghadapi sumber trauma tersebut? Apa ada tips juga?
BalasHapusaku sih ngga tahu tipsnya kak yang aku pribadi kalau trauma ya lebih baik cari orang yang bisa buat curhat dan kita bisa melakukan banyak kesibukan nantinya yang dapat ngilangin trauma kita
HapusIya pernah dengar juga dari Dr. Psikologi, bahwa 'luka batin' berefek ke orang, kesehatan, keberuntungan, mempengaruhi kreatifitas kita, membuat mental juang rendah, dan di masa tua banyak memori masa lalu yang muncul terus-menerus hingga mengganggu psikis kita.
BalasHapusPada intinya, apapun yang kita rasa, semoga bisa di atasi sesegera mungkin.
Jujur, suka dengan topiknya~
makasih kak telah mampir diceritaku
BalasHapusIyess... Yg kayak gitu bisa bikin minder...
BalasHapusLebih baik dijauhi...
Perilaku yg suka kayak gitu Karena udh jd toxic ...
iya kak memang orang toxic harus dijauhi agar tudak bikin kita down
HapusPengetahuan baru lagi nih. Keren tulisannya kak, jadi ngingetin buat sikap lebih baik dan menghargai orang lain...
BalasHapusiya kak ngehargai orang itu perlu kak
Hapus