Langkah Menulis Cerita Mini
Kalian pernah dengar jenis tulisan Cerita Mini? Yak! Yaitu cerita yang terdiri dari 250 hingga 1.000 kata, jelas berbeda dengan cerita pendek yang umumnya di atas 1.000 sampai 10.000 kata. Banyak yang beranggapan bahwa justru dalam keterbatasan kata dalam cerita mini, penulis merasa tertantang untuk menyelesaikan sebuah cerita tanpa ada bagian-bagian yang tertinggal dan tidak terjelaskan. Kebayang dong, gimana sulitnya kita bercerita dengan keterbatasan kata. Rasanya nano-nano. Ada beragam langkah yang dapat ditempuh oleh seorang penulis cermin. Berikut ini adalah langkah-langkah sederhana untuk menulis cermin: 1. Memilih tema Ada beberapa tema yang dapat kita pilih sebagai tema cermin yaitu; pengalaman, keindahan, alam, hobi, atau kegemaran, tentang seseorang, tema-tema sosial, peristiwa yang sedang berlangsung, benda-benda di sekitar kita, dan lain sebagain 2. Mencari inspirasi Inspirasi dapat dianggap sebagai bahan penulisan cermin, inspirasi dapat datang begitu saja, nam...

Beberapa emang dirasakan ketika umur 20'an, terutama karir bagus.
BalasHapusWaaah... Jika karir bagus, sudah pasti akan ada tuntutan2 lain sepertinya benar adanya ya mbaak..heheheh
BalasHapusSeperti saya gang masih belasan berarti harus siap2 menghadapi hal2 di atas beberapa tahun mendatang ya hahaa
BalasHapusAda beberapa kosa kata yang salah ya kak, bisa di cek ulang
BalasHapusSelebihnya bagus si, setuju hihi, kebetulan lagi di umur 20><
Beberapa hal sedang di rasain hmm
BalasHapusAku udah 30, udah lewat masa2 itu. Tuntutannya udah beda lagi haha
BalasHapusSetuju banget dengan semua poin di atas, karena sekarang baru ngalamin. Usia 20 membawa banyak pertanyaan hidup yang sulit di jawab dan tuntutan yang kadang nggak masuk akal. Tapi tetep harus semangat melewati krisis perempat usia ini, Kak :)
BalasHapusNomor dua katanya sangat menyebalkan ya ... :)
BalasHapusYang nomer satu, dari tamat SMA udh ngerasain, sisanya gak ngalamin sih.. Soalnya gak pernah keluar buat denger hal" gituan..
BalasHapusEhehehe
Kapan nikah? Semoga Allah segerakan...... :) waktu terbaik bersama orang terbaik:)
BalasHapusDan memang begitulah hidup..
BalasHapusnomor 2 related banget
BalasHapusKebahagiaan datang dari diri sendiri.
BalasHapusAlhamdulillah poin nomer dua belum pernah merasakan karena dapat jodoh di usia 22 tahun đŸ˜…
BalasHapusNomor 5 ngena banget. Padahal memilih pasangan itu adalah pilihan, seharusnya tidak ada paksaan untuk itu.
BalasHapusNo 5 sepertinya salah ketik mbak. Mungkin maksud mbak "cewek pemilih". Disitu tertulis "pemilih cewek'
BalasHapuswah bener nih masyarakat kita biasanya dapet tekanan kayak gini dari generasi boomer. tapi bukan cuma cewek kak, cowok jugaa. hahaha
BalasHapus